Ceritaseputarlamteng.com, LAMPUNG TENGAH – Hari ini, Kabupaten Lampung Tengah, menginjak usia yang ke-80 tahun. Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah cerita tentang ketangguhan, tentang perajutan keberagaman suku dan budaya, serta tentang semangat gotong royong yang mengalir dalam falsafah Beguwai Jejamo Wawai.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Tengah Muhammad Arnez mengatakan di momen rangkaian menyambut hari lahir Kabupaten Lampung Tengah yang ke-80 pada 15 Juni 2026.
Menurutnya, ulang tahun bukan sekadar perayaan angka, melainkan momen untuk menengok ke belakang sebagai bahan refleksi, dan melayangkan pandang jauh ke depan demi sebuah lompatan kemajuan.
“Mari jadikan momentum ini untuk menghadirkan keadilan sosial, mempercepat pembangunan yang setara. Sehingga, mampu terciptanya Lampung Tengah yang sejahtera,” kata Arnez, Minggu (14/06/2026).
Selain itu, Arnez juga berkomitmen terus meningkatkan kinerja Bapenda melalui berbagai program agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan bertambah.
Salah satu pembuktian atau kinerja nyata, kata Arnes, melalui program struk belanja di rumah makan supaya konsumen bisa melihat transaksinya tercatat sistem pajak pemerintah.
Arnez menjelaskan strategi Pemkab Lampung Tengah itu dengan mencantumkan logo resmi pada setiap struk transaksi usaha kuliner. Inovasi tersebut dihadirkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkab Lampung Tengah..
Sekilas, kebijakan ini tampak sederhana. Namun di baliknya terdapat strategi untuk memperkuat transparansi, dan menekan potensi manipulasi pajak. Serta membangun kesadaran bersama antara pelaku usaha dan konsumen.
Arnez menambahkan, program ini terintegrasi dengan alat perekam transaksi elektronik atau tapping box yang telah dipasang di sejumlah titik usaha.
Pihaknya juga menggandeng Samsat Lampung Tengah dan Bank Lampung sebagai pendukung sistem.
Saat ini, dari 33 perangkat yang terpasang, delapan di antaranya sudah mencetak struk berlogo Bapenda.
Tahap awal difokuskan pada pelaku usaha yang menggunakan sistem Mobile Point of Sales (M-POS) karena lebih mudah disesuaikan secara teknis. Implementasi akan diperluas secara bertahap seiring bertambahnya pengguna sistem digital.
Menurut Arnez, struk berlogo ini tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik.
Setiap struk kini menampilkan secara jelas komponen pajak daerah sebesar 10 persen, sehingga konsumen dapat mengetahui kontribusi mereka terhadap pendapatan daerah.
Di sisi lain, sistem ini juga menjadi mekanisme kontrol tidak langsung untuk meminimalkan potensi kecurangan, karena setiap transaksi tercatat dalam sistem digital.
Menurutnya, keberadaan logo resmi pada struk membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan. “Sekarang lebih jelas. Konsumen tahu itu pajak resmi, bukan tambahan dari kami,” katanya.
Ia menambahkan, transparansi ini juga membantu mengurangi keraguan pelanggan terhadap pungutan pajak sekaligus memperkuat kontrol atas pencatatan transaksi.
Arnez berharap inovasi ini tidak hanya meningkatkan penerimaan pajak daerah, tetapi juga membentuk ekosistem usaha yang lebih transparan dan akuntabel.
“Atas nama pribadi, saya mengucapkan Dirgahayu Lampung Tengah ke-80. Semoga masyarakat Lampung Tengah semakin maju, makmur, dan sejahtera,” katanya.
Arnez berharap peringatan hari jadi daerah dapat menjadi momentum memperkuat persatuan dan kerja sama antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.
“Semoga peringatan ini semakin memperkuat persatuan dan sinergi seluruh elemen masyarakat Lampung Tengah dengan semangat asah, asih, dan asuh,” ujarnya.(csl).











