Tingkatkan Ekonomi Kreatif, Menkokref-RI Gelar Workshop BDE di Bandar Lampung

Berita22 Dilihat

Ceritaseputarlamteng.com, BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dan mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha berbasis digital, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyelenggarakan Workshop Badan Ekonomi Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) Kota Bandar Lampung pada Sabtu, (13/6/2026). bertempat di Radisson Hotel Bandar Lampung.

Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mempercepat transformasi digital sektor ekonomi kreatif, khususnya di daerah. Workshop tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, komunitas kreatif, pegiat digital, mahasiswa, generasi muda, serta calon entrepreneur yang memiliki minat untuk mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital.

Penyelenggaraan Workshop BDE Kota Bandar Lampung mendapat dukungan penuh dari anggota DPR RI Komisi VII, Chusnunia Chalim, yang selama ini dikenal aktif mendorong pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Chusnunia Chalim menyampaikan bahwa ekonomi kreatif saat ini telah menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi langkah penting agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi global yang semakin kompetitif.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui kegiatan seperti Workshop BDE ini, kita ingin membuka akses pengetahuan, memperluas wawasan, dan memberikan motivasi kepada generasi muda serta pelaku usaha agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Chusnunia Chalim.

Turut hadir mewakili Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Tri Wahyudi, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas digital para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.
Dalam pemaparannya, Tri Wahyudi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bisnis, pemasaran, hingga interaksi antara pelaku usaha dan konsumen. Oleh karena itu, pelaku ekonomi kreatif dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar dapat terus berkembang dan berdaya saing.

“Melalui program Badan Ekonomi Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE), Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya menghadirkan ruang belajar, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kolaborasi yang dapat membantu para pelaku usaha kreatif meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Kami ingin menciptakan lebih banyak entrepreneur digital yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan produk dan layanan kreatif yang bernilai tambah tinggi,” jelas Tri Wahyudi.

Workshop ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dedy Sulaiman, seorang traveler dan influencer yang telah dikenal luas melalui berbagai konten digital yang mengangkat potensi wisata, budaya, serta pengembangan personal branding di era media sosial.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Dedy Sulaiman berbagi pengalaman mengenai perjalanan kariernya sebagai content creator dan influencer. Ia menjelaskan bagaimana konsistensi, kreativitas, dan kemampuan membaca tren digital menjadi faktor penting dalam membangun audiens serta menciptakan peluang ekonomi melalui platform digital.

Menurut Dedy, saat ini media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi alat yang sangat efektif untuk membangun merek, mempromosikan produk, dan memperluas jangkauan pasar. Ia mendorong para peserta untuk mulai memanfaatkan berbagai platform digital secara optimal guna meningkatkan nilai usaha yang mereka jalankan.

“Setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang di era digital. Yang membedakan adalah kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan terus menciptakan inovasi. Melalui media digital, kita dapat memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Dedy Sulaiman di hadapan peserta workshop.

Selain sesi inspiratif dari narasumber, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi mengenai strategi pemasaran digital, pengembangan konten kreatif, pemanfaatan teknologi informasi untuk bisnis, penguatan personal branding, serta berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui ekonomi digital. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha di era digital.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi mengenai strategi membangun bisnis digital yang berkelanjutan, cara meningkatkan visibilitas produk melalui media sosial, hingga peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan usaha kreatif.

Penyelenggaraan Workshop BDE Kota Bandar Lampung diharapkan dapat menjadi katalisator bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat di Provinsi Lampung. Melalui kolaborasi antara pemerintah, legislatif, komunitas kreatif, akademisi, dan pelaku usaha, diharapkan lahir lebih banyak wirausahawan digital yang mampu menciptakan inovasi, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kementerian Ekonomi Kreatif RI menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif akan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas seperti BDE, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan sumber daya manusia kreatif yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global.
Workshop Badan Ekonomi Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) Kota Bandar Lampung menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Tentang Program Badan Ekonomi Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE)
Program Badan Ekonomi Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) merupakan inisiatif Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelaku ekonomi kreatif melalui penguasaan teknologi digital, penguatan jiwa kewirausahaan, serta perluasan akses pasar dan jejaring bisnis. Program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi entrepreneur digital yang inovatif, kompetitif, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. (csl).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *